Selasa, 29 Oktober 2013

Kata - Kata Dari Soekarno "Bung Karno"

Assalamu'alaikum wr.wb



Jika berbicara tentang Bung Karno, bisa dikatakan beliau adalah orang yang sangat berperan penting dalam memajukan dan pembangunan bangsa Indonesia. Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama lengkap Koesno Sosrodihardjo, namun karena beliau sering terkena sakit hingga di umur 5 tahun nama Soekarno pun disematkan oleh ayahnya, beliau sendiri meninggal pada 21 Juni 1970 di Jakarta. Semasa hidupnya beliau telah mewariskan banyak hal, itu bisa dapat terlihat dari perjuangan Bung Karno selama Indonesia dulu masih di jajah oleh Belanda dan Jepang.

Tidak bisa dipungkiri memang seperti yang tadi telah dikatakan, Bung Karno merupakan sosok penting dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 dimana beliau bersama dengan Mohammad Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, meskipun untuk membacakan proklamasi kemerdekaan tersebut Bung Karno mendapat banyak cobaan namun tetap memperjuangkannya demi kemerdekaan bangsa, maka pantas saja bila beliau disebut dengan Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Selama masa kepemimpinannya, Bung Karno dikenal sebagai orang yang memiliki pengaruh dan wibawa yang besar, baik di dalam maupun luar negeri. Ir. Soekarno juga dikenal sebagai orator ulung yang mampu mempengaruhi dan mengobarkan semangat rakyat melalui pidatonya yang berapi – api. Hingga saat ini telah banyak pidato , baik teks, dokumentasi maupun rekaman video dari Bung Karno yang sangat terkenal hingga saat ini, seperti pidato tentang Ganyang Malaysia, To Build The World A New (pidato Ir. Soekarno di depan rapat PBB tahun 1963), Proklamasi Kemerdekaandan banyak lagi.

Presiden Soekarno meninggal pada tahun 1970 karena penyakit ginjal dan dimakamkan di Blitar tepat disebelah makam ibunya. Pemerintahan RI menetapkan masa berkabung selama 7 hari untuk menghormati jasa besar presiden Soekarno selama hidupnya bagi bangsa Indonesia.
Selain warisan kemerdekaan yang telah beliau berikan kepada kita sebagai bangsa Indonesia, banyak juga warisan lainnya yang telah beliau berikan bagi bangsa Indonesia. Sepertinya halnya dasar negara bangsa Indonesia saat ini yaitu Pancasila. Bung Karno merupakan pencetus tentang konsep Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dan Bung Karno juga lah yang memberikan nama Pancasila tersebut.

Oleh para pemuda sebaiknya kata-kata dalam Pancasila tersebut sebaiknya bisa diresapi dan dimengerti. Karena salah satu poin pentingnya, seperti persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia masih saja bisa dicoreng oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya Pancasila saja yang memiliki kata-kata berjuta makna, Bung Karno juga sering melontarkan Kata Kata Bijak yang harusnya menjadi warisan untuk memotivasi para pemuda ataupun bangsa Indonesia. Mari kita coba simak dibawah ini, kumpulan Kata Kata Bijak Bung Karno yang menjadi warisan beliau untuk memotivasi bangsa Indonesia.

Kata Kata Bijak Bung Karno
“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung, berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nov.1961)
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
“Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad Merdeka, – Merdeka atau mati!”
“Kita ingin mendirikan satu Negara “semua buat semua”, bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara “semua buat semua”.”
“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”
“Tokoh diberi hak atau tidak diberi hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya bangkit menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan lagi manusia, jangan lagi bangsa walau cacingpun tentu bergerak berkelegut-kelegut kalau merasakan sakit.”
“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”
“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.” (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)
“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)”
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. “Tuhan tidak merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)
Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)
“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)
“Aku Lebih suka lukisan Samudra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase”. (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali”.
“Jangan Sekali kali meninggalkan Sejarah!”
“Belum pernah nama Indonesia ini begitu tingginya seperti Mercusuar daripada umat manusia di dunia ini.” (pidato bung karno 1964)
“Tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.”
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
“Merdeka hanyalah sebuah jembatan. Walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!”
“Kita adalah bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tak akan mengemis, kita tak akan minta – minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka dari pada makan bestik tetapi budak. (pada suatu Pidato HUT Proklamasi tahun 1963)
“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam”
“Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat tehnologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme”
“Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa, sebelum bangsa itu merubah nasibnya”
“Nasionalisme eropa adalah satu nasionalisme yang bersifat serang menyerang. Satu nasionalisme yang mengejar keperluan Beograd. Satu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi. Nasionalisme semacam itu pastilah salah, pastilah binasa”
“Sosialisme berarti adanya pabrik yang kolektif, adanya industrialisme yang kolektif, adanya produksi yang kolektif, adanya distribusi yang kolektif, adanya pendidikan yang kolektif”
“Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin”
“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang”
“Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang sehat”
“Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?”
“Seorang Marhaen adalah orang yang mempunyai alat yang sedikit. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktek”

Demikian kata kata bijak dari Ir.Soekarno.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar